PANCASILA DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI

PANCASILA DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI

Center of Behavior Research (CBR) suatu lembaga psikologi yang bergerak dalam bidang penanganan pencandu narkoba, melakukan audiensi ke Markas Dinas Psikologi Angkatan Darat pada 3 Maret 2020. CBR diterima oleh pihak Dispsiad yang dipimpin oleh Kadispsiad Brigjen TNI Dr. Eri R. Hidayat, MBA., MHRMC, sedangkan dari Pihak CBR diwakili oleh Direktur Utama Jesse Monintja, MA. Psy, Drs. H. Hatta Albanik, M.Si., Psikolog, Rum Aly, dan Nindya Utami. Acara audiensi membahas rencana pelaksanaan Seminar Nasional yang bertema penerapan Pancasila dalam sudut pandang psikologi. 

Audiensi ini diinisiasi oleh pihak CBR yang ingin membentuk standar perilaku masyarakat Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Menurut pihak CBR saat ini tidak ada tata krama (standar perilaku) yang dipersepsi seragam oleh masyarakat Indonesia, disebabkan karena setiap kelompok, golongan atau organisasi memiliki standar masing-masing dalam menentukan perilaku seseorang apakah baik atau tidak baik? Hal tersebut mendasari pentingnya Pancasila sebagai dasar negara yang telah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk diterjemahkan menjadi perilaku konkrit yang dapat dijadikan way of life oleh masyarakat Indonesia. Penterjemahan nilai-nilai Pancasila ke dalam perilaku tentunya memerlukan peran dari para ahli psikologi yang menguasai ilmu perilaku manusia.

Guna mewujudkan hal tersebut, CBR mengajak Dispsiad untuk berkontribusi dan berkolaborasi dengan menjadi narasumber di Seminar Nasional dengan tema Penerapan Pancasila dalam Sudut Pandang Psikologi. Pertimbangan pemilihan Dispsiad sebagai mitra adalah karena Dispsiad merupakan organisasi terapan Psikologi tertua di Indonesia yang memiliki banyak pengalaman dalam menyelenggarakan pelatihan dan pengajaran nilai-nilai wawasan kebangsaan, serta memiliki human resources dalam bidang Psikologi yang banyak.

Dari audiensi ini disadari bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi standar perilaku masyarakat Indonesia memerlukan usaha yang besar, karena harus menterjemahkan nilai-nilai Pancasila yang bersifat umum dan abstrak kedalam indikator-indikator perilaku yang konkrit, yang kelak dapat menjadi wujud dari kekhasan/karakter perilaku positif bangsa Indonesia yang membedakan dari bangsa lainnya. Namun dengan semangat kolaborasi, diharapkan kedepan kedua belah pihak dapat saling mendukung dan berkontribusi guna mewujudkan seminar Nasional Penerapan Pancasila dalam Sudut Pandang Psikologi, sehingga dapat menjadi langkah awal guna meningkatkan peran dan fungsi ilmu psikologi dalam meningkatkan kualitas perilaku masyarakat Indonesia.